Panduan Atasi Kesedihan Setelah Alami Keguguran

Memulihkan kesedihan setelah keguguran seringkali lebih sulit dilakukan dibandingkan pemulihan fisik!

24 Maret 2022

Berikan waktu pada diri untuk memproses duka | Foto oleh Alex Green dari Pexels via ://

Menghadapi keguguran tidak pernah mudah bagi siapa pun. Moms maupun Dads pasti merasa berduka atas kehilangan calon buah hati yang telah mungkin telah lama dinanti. Meski janin hanya berada sesaat dalam tubuh Moms, ikatan batin sangat mungkin sudah terbentuk antara Moms dan si kecil. Karena itu, keguguran bisa jadi momen yang sangat sulit untuk dilewati. Perubahan hormon pasca keguguran pun sering menimbulkan gejala fisik yang memperburuk kesedihan yang Moms alami.

Jika Moms baru saja mengalami keguguran, wajar jika kini Moms masih merasakan beragam emosi. Meski sulit, berikan kesempatan pada diri Moms untuk bangkit. Pada fase kedukaan ini, Moms tidak hanya perlu memulihkan kondisi fisik. Jiwa yang berduka juga mesti diobati agar kesedihan tidak berlarut menjadi depresi. Inilah langkah untuk atasi kesedihan setelah alami keguguran yang bisa Moms coba untuk lakukan.

1. Berikan diri Moms waktu untuk belajar mengikhlaskan perginya si kecil dari kandungan

Sedih
Berikan waktu pada diri untuk memproses duka | Foto oleh Alex Green dari Pexels

Untuk memulihkan diri dari rasa duka, Moms tidak perlu melakukannya terburu-buru. Jangan berikan target tertentu yang akan membebani Moms, sebaliknya biarkan diri Moms mengalami setiap fase kedukaan secara perlahan. Biasanya, fase berduka dimulai dari penyangkalan pada situasi tidak ideal yang dialami. Selanjutnya, Moms akan masuk pada fase kemarahan dan menyalahkan diri sebelum akhirnya sampai pada tahap penerimaan. Menerima bukan berarti Moms berhenti berduka, ini hanya fase saat Moms sudah bisa mengontrol kesedihan dengan lebih baik dan tahu cara mengatasinya.

2. Alih-alih merasa sendirian, pahami bahwa Dads juga pasti merasa kehilangan jadi kenapa tidak bergandengan untuk saling memulihkan?

berpelukan
Ingat bahwa Moms tidak sendirian menghadapi kesedihan ini | Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Banyak pasangan yang gagal melewati fase berduka akibat keguguran dengan tetap bersama. Hal ini dapat terjadi jika Moms atau Dads terlalu fokus pada perasaan sendiri. Padahal, rasa sedih saat kehilangan calon buah hati sama-sama dirasakan. Jadi, daripada berlarut dalam kesedihan dan menutup diri, sebaiknya berkomunikasilah dengan pasangan. Jadilah sosok yang peka pada perasaan pasangan dan hadapi rasa duka ini dengan saling menguatkan.

3. Jangan anggap senyum dan tawa sebagai dosa hanya karena Moms sedang berduka

senyum
Jangan takut untuk kembali tersenyum dan tertawa | Foto oleh Kat Smith dari Pexels

Banyak orang merasa dirinya adalah sosok egois jika berbahagia setelah mengalami kehilangan. Padahal, senyum dan tawa sama sekali bukan dosa. Senyum dan tawa tidak berarti bahwa kita telah berhenti berduka. Jangan bebani diri dengan pemikiran demikian jika Moms ingin pulih dari kesedihan. Pelan tapi pasti, belajarlah untuk menjalani hari secara normal. Jangan takut untuk kembali tersenyum atau bahkan tertawa karena itulah obat dari segala duka.

4. Memulihkan diri bukan berarti melupakan si jabang bayi, tetapi mensyukuri kehadirannya meski hanya sesaat saja

USG
Syukuri setiap momen yang pernah Moms miliki bersama calon buah hati | Foto oleh MART PRODUCTION dari Pexels

Alih-alih terus meratapi keguguran, bersyukurlah pada setiap momen yang pernah Moms miliki bersama si kecil saat masih di dalam kandungan. Sebab, pulih dari kesedihan bukan berarti Moms harus melupakan. Kenanglah momen kebersamaan singkat tersebut karena telah memberi Moms pengalaman dan pembelajaran berharga sebagai calon ibu.

5. Hubungi profesional jika kesedihan terasa terlalu berat ditanggung Moms dan Dads sendirian

Konseling
Konseling dengan psikolog dapat membantu Moms untuk memulihkan diri dari kesedihan | Foto oleh SHVETS production dari Pexels

Jika kesedihan terus terjadi dalam jangka waktu yang lama dan Moms merasa tidak sanggup menghadapinya sendirian, carilah bantuan profesional untuk memulihkan diri. Berkonsultasi dengan psikolog juga perlu dilakukan jika pada fase kedukaan ini hubungan Moms dan Dads justru semakin renggang. Bisa jadi, renggangnya hubungan tersebut merupakan akibat rasa duka yang dipendam sendirian.

Tidak ada waktu yang pasti untuk memulihkan diri setelah kehilangan sosok yang kita sayangi. Tidak perlu terbebani karena setiap orang punya cara berduka dan sembuhnya sendiri-sendiri. Yakinlah bahwa rencana Tuhan adalah yang terbaik untuk Moms dan juga pasangan. Ingat, semua ibu berhak bahagia begitu pula dengan Moms.