7 Dampak Psikologis Anak yang Dibesarkan Tanpa Perhatian Seorang Ayah

Anak tanpa ayah

12 Desember 2021

Photo by RODNAE Productions via https://www.pexels.com

Kehadiran kedua orang tua sangatlah penting bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun psikologis. Sayangnya, beberapa masyarakat masih menganggap kalau peran seorang ibu saja sudah cukup dalam mendidik anak, sementara seorang ayah hanya fokus mencari nafkah. Hal tersebut nggak selamanya benar karena akan muncul beberapa dampak psikologis pada anak yang dibesarkan tanpa figur seorang ayah.

Dalam sebuah penelitian juga sudah membuktikan kalau anak yang memiliki kedekatan dengan sang ayah lebih memiliki kondisi mental yang baik. Figur ayah juga nggak kalah penting karena akan memberikan dukungan pada anak sehingga kesehatan mental si anak lebih bagus dibanding mereka yang dibesarkan tanpa sosok ayah.

Dilansir dari Psychology Today, berikut dampak psikologis anak yang dibesarkan tanpa figur ayah;

1. Prestasi akademik yang buruk

Mereka yang kurang kasih sayang dari ayahnya memiliki prestasi akademik yang buruk. Biasanya akan bermasalah pada nilai yang buruk pada tes matematika, membaca hingga keterampilan dalam berfikir. Beberapa anak yang kurang kehadiran sosok ayah lebih sering bermasalah dengan sekolahnya, seperti membolos, dikeluarkan dari sekolah hingga putus sekolah di usia 16 tahun.

2. Kesulitan mengelola emosi

Khususnya mereka yang ditinggal seorang ayahnya atas kasus perceraian seringkali kesulitan mengelola emosi. Hal tersebut karena rasa ingin dekat dengan sosok ayah namun ternyata malah justru meninggalkannya sehingga emosinya nggak stabil. Anak akan merasa diabaikan bahkan membenci dirinya sendiri.

3. Pergaulan bebas dan kenakalan ketika remaja

Tanpa kehadiran sosok ayah, anak akan rentan terjerumus dan pergaulan bebas ketika ia beranjak remaja. Ini karena tidak adanya sosok yang mengawasinya. Selain itu juga merasa kurang perhatian dari sosok ayah sehingga bebas melakukan apa saja. Parahnya lagi, bagi anak perempuan yang kurang kehadiran figur ayah rentan melakukan hubungan seksual. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya sosok laki-laki dalam hidup mereka.

4. Rentan mengalami pelecehan seksual

Hal ini juga diungkapkan oleh study terbaru, bahwa anak-anak prasekolah yang tidak tinggal dengan kedua orang tua kandung, mereka 40 kali lebih mungkin mengalami pelecehan seksual. Bahkan juga bisa dilakukan oleh orang terdekat karena mengetahui bahwa anak tersebut nggak akan ada yang melindungi sehingga rentan dilecehkan baik secara fisik maupun emosional.

5. Kesulitan memiliki hubungan di masa depan

Tidak adanya figur ayah untuk seorang anak membuat mereka memiliki masalah kepercayaan hubungan dengan orang lain. Bahkan nggak sedikit yang menganggap kalau semua hubungan akan berakhir dengan perceraian, sama seperti yang dialami orang tuanya. Hal tersebut juga membuat mereka sulit percaya pada orang sehingga tidak ada ketertarikan dalam menjalin hubungan.

6. Perilaku buruk dan kesulitan dalam berbaur dengan masyarakat

Penelitian juga mengatakan kalau anak yang nggak memiliki sosok ayah dalam kehidupannya akan kesulitan berteman dan penyesuaian diri terhadap sosial. Hal ini karena mereka berbeda dengan teman-teman lain yang punya orang tua lengkap sehingga ada rasa minder dalam dirinya.

7. Gangguan kesehatan mental dan fisik

Tak hanya kesehatan mental yang mengintai anak-anak tanpa kehadiran sosok ayah, kesehatan fisik seperti sakit kepala, sakit perut, nyeri akut hingga asma pun juga akan dialaminya. Masalah mental juga seringkali menimbulkan masalah fisik yang disebut dengan psikosomatis.

Seorang ayah memang berkewajiban dalam mencari nafkah. Namun ada kalanya kehadirannya juga penting untuk tumbuh kembang yang akan berdampak saat mereka tumbuh dewasa. Mereka yang kurang kehadiran sosok ayah dalam hidupnya lebih rentan mengalami dampak psikologis seperti yang sudah Mamin share di atas. Semoga bermanfaat ya!