6 Alasan Anak Perempuan Tumbuh Menjadi Sosok Tomboy

Ada beberapa faktor yang perlu para orang tua pahami :)

16 Januari 2022

Photo by Allan Mas from Pexels via ://

Setiap anak tentunya memiliki gaya yang berbeda-beda dalam berpakaian. Seperti halnya pada anak perempuan yang lebih suka bermain dengan barang-barang yang seringkali dimainkan oleh anak laki-laki. Bahkan ada juga anak perempuan yang berpakaian layaknya anak laki-laki. Ini termasuk hal yang wajar. Mungkin anak perempuan Moms termasuk sosok yang tomboy.

Orang tua memang nggak sepenuhnya harus memaksa agar anak perempuan harus memakai rok, bermain boneka, dan memilih warna baju yang selalu identik dengan pink. Anak perempuan memang nggak selalu feminin, di luar sana mungkin banyak ibu-ibu yang ternyata memiliki anak perempuan tomboy. Tentu saja ini menjadi pertanyaan, sebenarnya ada kah alasan mengapa anak perempuan menjadi tomboy?

1. Ada rasa penasaran terhadap berbagai gaya dalam berpakaian

Bagi anak-anak yang berusia 3-5 tahun, mereka pastinya penasaran dengan gaya berpakaian. Apalagi kalau melihat teman lainnya memakai baju yang berbeda darinya. Pasti selalu ingin mencobanya. Kalau kesehariannya mungkin pakai rok, ia akan mencoba mengenakan celana dan ternyata malah justru nyaman. Moms tak perlu khawatir karena wajar bagi anak memilih gayanya sendiri.

2. Mengikuti teman-temannya

Saat masih kecil tentunya anak-anak bebas bermain dengan siapa saja. Ketika si kecil lebih merasa nyaman ketika bermain bersama anak laki-laki, maka mereka akan mengikuti gaya anak laki-laki agar merasa lebih diterima. Salah satunya memakai pakaian yang biasa dipakai anak laki-laki. Tenang ya Moms, ini bukan kelainan, kok. Mereka berhak bergaya sesuai keinginan mereka.

3. Anak menjadi tomboy juga karena pola asuh orang tuanya

Pola asuh orang tua sejak kecil juga sangat memengaruhi bagaimana cara anak berpakaian. Tak perlu kaget ketika anak perempuan justru nyaman berpakaian layaknya anak laki-laki seperti mengenakan celana dan kaus. Mungkin Moms juga dulunya kurang memberikan pengetahuan tentang bagaimana seharusnya anak perempuan dalam berpakaian.

4. Meniru gaya Ayahnya

Anak perempuan yang sangat dekat dengan Ayahnya pastinya akan lebih meniru bagaimana cara Ayahnya berpakaian. Mungkin bagi si kecil, Ayahnya terlihat keren dengan berbagai pakaian yang dipakainya sehingga malah justru ikut-ikutan ingin terlihat seperti Ayah. Kalau ia memang nyaman, nggak masalah Moms, mungkin hanya bersifat sementara saja.

5. Faktor lingkungan

Tak dimungkiri kalau lingkungan juga menjadi pemicu bagaimana tumbuh kembang anak. Kalau teman-temannya memang menyukai gaya yang lebih santai seperti hanya memakai kaus dan celana, maka ia juga ikut-ikutan. Mungkin pakaian tersebut dirasa lebih nyaman daripada harus memakai rok setiap hari. Beberapa anak perempuan tomboy juga biasanya cenderung bermain dengan yang sama-sama tomboy. Jadi kalau memang lingkungan sekitar tomboy, rata-rata anak juga terpengaruh.

6. Faktor genetik

Faktor yang satu ini juga dapat memengaruhi apakah anak perempuan akan cenderung menjadi feminin atau tomboy. Kalau Ibu dulunya juga tomboy, maka tak heran jika menurun pada anak perempuanya. Hal ini juga berlaku sebaliknya, jika Ibu dulunya feminin, maka anak juga memiliki sifat feminin yang diturunkan dari Ibunya.

Memiliki anak perempuan yang tomboy bukanlah masalah besar kok Moms, Dads. Kalau itu memang menjadi style yang ia sukai, maka orang tua juga tidak boleh memaksakan harus menjadi lebih feminin. Yang paling penting, anak perempuan masih tahu jati dirinya. Tugas Moms di sini adalah terus mengingatkan agar nggak terlalu menyerupai anak laki-laki. Semoga bermanfaat!