4 Bentuk Patah Hati Seorang Anak yang Sering Disepelekan Orang Tuanya

Anak patah hati

30 September 2021

Anak patah hati - Credit: Freepik.com via https://www.freepik.com

Patah hatinya seorang anak bukan hanya karena dibentak atau disakiti fisiknya, namun lebih ke hal-hal yang justru jarang disadari para orang tua. Bagi pasangan yang belum siap dalam memiliki anak, maka hanya akan menganggap anak sebagai konsekuensi dari sebuah pernikahan yang mana hanya diberi makan, pakaian dan kebutuhan anak. Mereka nggak sadar kalau yang dibutuhkan anak bukan keperluan itu saja.

Anak adalah amanah dan bukan sekadar pelengkap pernikahan. Memutuskan memiliki anak berarti sudah siap dengan segala tanggung jawab. Orang tua mungkin memiliki kesibukan di luar sehingga kurang meluangkan waktu kepada anak. Padahal, anak-anak juga butuh bersama dengan orang tua meski nggak selalu 24 jam. Sayangnya, banyak orang tua yang nggak sadar kalau perilakunya seringkali membuat anak patah hati.

Meski dianggap sepele, hal berikut ternyata mampu mematahkah hati anak namun orang tua jarang memahaminya. Jangan sampai ya Moms, Dads!

1.Ketika anak sudah berusaha mendapatkan nilai terbaik di kelasnya, namun komentar orang tua justru kurang menyenangkan

Photo by RODNAE Productions from Pexels

Setiap anak selalu ingin menunjukkan prestasinya di depan orang tua. Meski belum sempurna, namun respon orang tua kadang membuat anak sakit hati. Misalnya, “Ma, adik dapet 80 nih nilainya”, kemudian respon Moms, “lo kok cuma 80 sayang, kenapa nggak dapat 100 sekalian?”. Terdengar sepele namun membuat anak merasa kurang diapresiasi.

2.Ketika anak menunggu orang tua pulang kerja, namun setelah orang tua sampai rumah justru sama sekali nggak mempedulikan atau sekadar menyapa


sumber: pexels.com

Orang tua memang kerja keras demi anak. Namun bukan berarti mengorbankan waktu untuk sekadar menyapa anak. Kadang anak juga menunggu orang tuanya pulang kerja dan mengajak main meski hanya sebentar. Sayangnya para orang tua justru frontal berkata, “Papa atau Mama capek nak, kamu main sama sendiri aja ya”. Kata-kata itu seringkali membuat anak enggan mengajaknya lagi karena takut ditolak.

3.Ketika anak bertanya banyak hal pada orang tua tentang sesuatu yang membuanya penasaran, namun yang didapat adalah jawaban yang kurang enak

sumber: freepik.com

Anak selalu berpikir kalau rasa ingin tahunya akan dijawab oleh orang tuanya. Sayangnya ada juga tipe orang tua yang ketika anak antusias menanyakan banyak hal yang selama ini ingin diketahuinya, jawabannya justru, “Apa sih kamu ini banyak tanya. Nanti kalau sudah besar juga tahu”. Tanpa sadar, jawaban itu bikin anak patah hati lo, Moms. Sebaiknya beri jawaban yang cukup membuatnya puas ya Moms!

4.Ketika anak dengan sabar menunggu ibunya selesai masak dan menyelesaikan pekerjaan rumah, kemudian mendekat dan bertanya tentang pelajaran sekolah, tapi si ibu malah asyik bermain dengan gawainya

sumber: freepik.com

Seringkali anak kurang paham dengan apa yang dijelaskan oleh gurunya. Wajar jika ia bertanya pada ibunya. Sayangnya, ketika bertanya malah ibu menjawab, “Mama nggak bisa nak”, sambil bermain gawainya. Meski nggak paham, sebaiknya Moms bisa temani anak dan jangan sibuk sendiri. Hal sepele menurut orang tua bisa jadi patah hati bagi si anak.

Kesibukan orang tua memang berbeda-beda. Namun jangan lantas mengabaikan anak. Dalam sehari mungkin sibuk bekerja di luar selama kurang lebih 8 jam. Moms dan Dads bisa meluangkan waktu satu atau dua jam untuk anak saja mereka sudah merasa istimewa. Setiap anak punya hak atas waktu orang tua seperti hal untuk bermain, belajar, komunikasi dan mendapatkan perlakuan menyenangkan. Jangan sampai salah melontarkan kata-kata sehingga membuat anak patah hati ya Moms, Dads!