5 Motivasi Terlarang Ketika Ingin Punya Anak; Dalihnya Ingin, tapi Nggak Bijak!

Alasan Punya Anak yang Salah

10 Desember 2021

Photo by Tatiana Syrikova via https://www.pexels.com

Beberapa pasangan kekasih tentunya akan merasa gemas ketika melihat bayi lucu dan imut-imut. Secara spontan si cewek akan bilang, “Aku pengin cepet nikah sama kamu biar bisa punya baby lucu kayak gitu”. Sebenarnya hal tersebut merupakan contoh kalau seseorang belum siap menikah. Masa’ iya sih, menikah hanya karena pengin punya anak lucu? Sama halnya dengan mereka yang sudah menikah, kadang alasan ingin segera punya momongan seringkali nggak masuk akal.

Ketika pasangan suami istri ingin segera memiliki keturunan, artinya mereka sudah siap mengemban tugas sebagai orang tua yang ternyata nggak mudah. Khususnya bagi pasangan muda, tentu akan mempertimbangan banyak hal sebelum memiliki anak. Bagi mereka, punya anak bukan karena ada alasan yang kadang malah diragukan sebagai calon orang tua. Jadi, sebenarnya kalian ingin benar-benar punya anak atau ada alasan tertentu?

Tanpa sadar, mereka yang belum benar-benar matang dalam pemikiran pasti menjadikan alasan berikut untuk segera memiliki momongan;

1. Pengin cepat punya anak karena terus-terusan diburu dengan pertanyaan, “Kapan punya anak

Jangan sampai gara-gara sudah banyak orang melontarkan pertanyaan, “kapan punya anak?”, “kapan nambah anak?”, “kok belum isi lagi”, membuat kamu dan suami jadi buru-buru pengin punya momongan. Pasalnya, orang yang bertanya nggak akan ikut andil dalam mendidik anak dan biaya yang dipersiapkan untuk membesarkan anak.

2. Sudah ada rencana kalau nantinya punya anak bisa seenaknya di-posting di media sosial biar kayak temen-temennya

Anehnya, masih ada saja pikiran seorang ibu muda yang ingin segera punya anak hanya karena pengin post di media sosialnya. Hanya karena orang-orang sering mem-posting anak-anaknya di Instagram atau menjadikannya foto profil WhatsApp, lalu jadi ingin cepat-cepat punya anak juga masalahnya, tanggung jawab orang tua bukan hanya posting wajah anak di media sosial, banyak hal yang lebih krusial di banding itu semua.

Photo by Abel Silano via https://www.pexels.com/

3. Pengin cepet punya anak biar nggak dikatain mandul

Beberapa orang ternyata masih awam kalau soal momongan. Ketika sudah lama menikah dan belum punya anak seringkali dinyinyirin, “Pasti salah satunya mandul tuh!”. Hal tersebut seringkali dijadikan alasan ingin cepat-cepat punya anak karena nggak mau dikira mandul. Ini sama saja kalau belum benar-benar siap punya anak karena masih memikirkan nyinyiran orang yang nggak penting.

4. Punya anak biar nanti pasangan nggak bisa macam-macam

Jangan pernah berpikir kalau dengan punya anak pasangan nggak bakalan macem-macem. Godaan rumah tangga selalu ada Moms. Tapi bukan berarti punya anak dijadikan alasan agar suami betah ikut urus anak dan membuat dia nggak keluyuran lagi. Meski sudah sama-sama mantab punya anak, maka dalam mendidik dan membesarkannya perlu campur tangan keduanya.

Photo by Jeff Gambardella via pexels.com

5. Ingin punya keturunan agar nanti kalau sudah tua ada yang merawatnya

Kadang ada beberapa orang yang masih terlintas pikiran seperti, “Aku mau punya anak biar nanti kalau sudah tua ada mengurusnya”. Kalau ada yang masih berpikiran seperti itu berarti belum benar-benar siap  memiliki keturunan. Punya anak juga butuh kesabaran dan bimbingan agar mereka nantinya menjadi pribadi yang berguna untuk kehidupanya. Bukan hanya soal asal-asalan mendidik karena hanya akan dijadikan perawat bagi orang tuanya.

Kalau Moms masih berpikiran seperti yang sudah Mamin share di atas ketika ingin memiliki keturunan, maka belum benar-benar siap menjadi orang tua. Menjadi orang tua itu tidak mudah karena harus mampu membekali anak dengan karakter yang bagus, etika, akhlak dan dari segi agamanya. Dengan pedoman seperti itu maka anak hasil didikan Moms dan Dads akan menjadi anak yang membanggakan. Semoga bermanfaat, ya!