Cuti Hamil Ngapain Aja? Ternyata 7 Paparan Ekspektasi VS Realita Tak Semudah Kenyatannya

ekspektasi versus realitas emak-emak cuti kerja

05 Maret 2019

Suka duka cuti melahirkan via https://www.hipwee.com

Kehamilan adalah salah satu momen ajaib yang ditunggu-tunggu oleh sebagian pasangan yang telah menikah. Tak peduli sang ibu bekerja di rumah atau memilih untuk ngantor, para ibu kini punya masing-masing cara untuk menikmati kehamilan mereka. Buat para ibu pekerja kantoran, salah satu momen kehamilan yang kerap ditunggu-tunggu adalah cuti melahirkan.

Yup, selama setidaknya 3 bulan kantormu wajib memberikan izin untukmu beristirahat dan berfokus ngemong sang buah hati. Kadang ada yang sudah cuti jauh-jauh hari sebelum HPL, ada pula yang sengaja mepet-mepet HPL. Nah, serunya…apakah kesempatan cuti melahirkan itu seindah cuti-cuti liburan lainnya? Simak yuk, 7 ekspektasi versus realitas emak-emak cuti melahirkan versi Hipwee berikut ini!

1. Maunya sih istirahat seharian, leyeh-leyeh sesukanya. Faktanya hampir tiada hari tanpa keluhan. Entah kram kaki sampai sakit pinggang

Ugh!

2. Jelang HPL, kontraksi palsu makin sering datang. Ekpektasinya sih cuti = asyik jalan-jalan mumpung belum ada si kecil. Faktanya, seringan panik dikira udah mau lahiran

Ulala~
3. Hari-hari jelang HPL terasa panjang dan bikin deg-degan. Apalagi kalau sampai ternyata molor dari perkiraan. Niat mau liburan, eh malah putar otak cari cara mempercepat lahiran
Pusing loh ini
4. Sebelum cuti, sudah diniatkan maraton film seharian. Faktanya, baru nonton setengah film sudah ketiduran. Nggak ngapa-ngapain malah bikin ngantuk!
Maunya sih nonton 4 film, tapi…

5. Dikira siap-siap buat menyambut sang buah hati bakal seindah gambar-gambar di pinterest. Ternyata…hmm, capek juga ya?

Rame!

6. Cuti lahiran sama dengan liburan? Hmm…Anda salah, Ferguso. Kenyataannya, setelah sang bayi lahir jam tidurmu bakal makin bercanda

Bobo cantik hanya di angan
7. Hari-hari terasa melelahkan bersama sang buah hati yang bisanya cuma nangis dan minta susu di bulan-bulan pertama. Mulai deh kangen ngerumpi sama teman-teman sekantor…
Kangen juga ternyata jokes receh orang kantor

Tiga bulan cuti memang bukan waktu yang singkat, oleh karena itu pergunakanlah dengan bijak dan sebaik-baiknya. Ya namanya juga lahiran, pasti ada lah bagian-bagian yang bikin jengah dan capek luar biasa. Yang penting, dinikmati saja selagi bisa. Toh semua momen nggak akan bisa kamu ulang lagi kan? Apalagi nanti kalau sudah masuk kerja, akan ada tuh masa-masa kamu kangen seharian di rumah saja bersama si kecil. Nikmati setiap waktumu dan ketawain aja hal-hal melelahkan yang kamu alami. Semangat!