5 Kesalahan saat Menyapih yang Jarang Moms Sadari. Bikin Prosesnya Makin Sulit!

Proses menyampih sejatinya adalah proses yang dilalui dengan menuh cinta :)

20 Juni 2022

Kesalahan saat menyapih | Foto oleh MART PRODUCTION dari Pexels via ://

Ketika anak berusia 2 tahun, Moms akan melewati fase yang cukup emosional bagi seorang ibu, yakni menyapih alias berhenti memberikan ASI. Hal ini karena menyapih memang cukup tricky dan bisa dibilang banyak ‘drama’. Apalagi sebagai seorang ibu, Moms kadang tidak tega pada anak, kadang Moms juga ingin prosesnya cepat selesai karena kasihan dengan anak.

Bahkan, tidak sedikit Moms yang gagal saat menyapih, lo. Beberapa kesalahan saat menyapih memang banyak dilakukan dengan berbagai alasan. Pahami yuk Moms, apa saja kesalahan saat menyapih!

 

1. Berbohong pada anak dengan mengoleskan sesuatu pada payudara

kesalahan saat menyapih
Ibu dan anak | Foto oleh Kampus Production dari Pexels

Membohongi anak dengan mengatakan payudara terluka, jamuran, atau sejenisnya supaya anak tidak mau menyusu lagi memang banyak dilakukan Moms saat menyapih. Mungkin cara ini ada yang berhasil, tapi juga banyak yang gagal. Misalnya menggunakan bratawali saat menyapih memang bisa mengubah rasa, tapi hanya sementara. Saat efeknya hilang, maka anak bisa tahu kalau Moms membohonginya.

Efek berbohong juga tidak baik pada perkembangan perilaku anak, ketika ia tahu dibohongi, maka anak akan menganggap bahwa berbohong adalah hal yang lumrah. Tentunya Moms, tidak ingin mencontohkan anak untuk berbohong, kan?

 

2. Tidak memberikan penjelasan dan pengertian pada anak

kesalahan saat menyapih
Ibu dan anak | Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels

Usia 2 tahun sebenarnya anak sudah bisa diajak kompromi dan memahami penjelasan sedikit demi sedikit. Sayangnya, mungkin Moms menganggap anak belum paham saat diajak bicara, sehingga tidak memberikan penjelasan ketika memutuskan sesuatu yang penting, misalnya saat menyapih.

Hampir setiap anak tentu tidak mau lepas dari ASI. Ketika ia tiba-tiba diminta berhenti menyusu pada Moms, tentu anak akan bingung dan tidak terima. Hal inilah yang membuat anak sering tantrum saat disapih. Cobalah beri penjelasan pada anak sejak sebelum memulai menyapih, gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak. Misalnya dengan menjelasakan bahwa usia 2 tahun sudah cukup besar dan tidak boleh menyusu pada Moms lagi.

 

3. Moms sering mengambil keputusan sepihak untuk memulai menyapih

kesalahan saat menyapih
Ibu dan anak | Foto oleh Yan Krukov dari Pexels

Menyusui merupakan kegiatan yang melibatkan Moms sendiri dan anak, sehingga keputusan untuk menyapih hendaknya dilakukan ketika Moms dan si kecil benar-benar siap. Jangan hanya karena anak sudah 2 tahun dan didorong tekanan dari lingkungan yang membuat Moms merasa harus segera menyapih si kecil.

Apalagi menyapih biasanya banyak ‘drama’ yang sering membuat Moms stres, sehingga Moms butuh waktu untuk menyiapkan diri, sembari memberikan penjelasan pada anak. Moms juga bisa memutuskan hal ini dengan berdiskusi dengan Dads yang bisa membantu prosesnya nanti.

 

4. Ingin proses menyapih yang cepat, sehingga mengabaikan kondisi anak

kesalahan saat menyapih
Ibu menyusia anak | Foto oleh MART PRODUCTION dari Pexels

Tidak semua anak bisa lepas begitu saja dengan ASI, sehingga membuat proses menyapih cukup menguras tenaga dan emosi Moms. Tidak jarang hal ini membuat Moms ingin proses menyapih cepat selesai, sehingga menggunakan berbagai cara, termasuk berbohong alias mengelabuhi anak.

Padahal, mungkin saja anak kesulitan beradaptasi dengan susu formula, bahkan bisa memicu masalah kesehatannya. Sehingga, Moms memang harus lebih bersabar dalam menyapih, dan sama-sama beradaptasi dengan kondisi. Bagaimana pun, menyapih merupakan perubahan besar bagi Moms sendiri, anak, dan keluarga.

 

5. Tidak konsisten dalam pengambilan keputusan saat memulai menyapih

kesalahan saat menyapih
Ibu menyusui | Foto oleh Wendy Wei dari Pexels

Ketika Moms dan anak sudah siap untuk penyapihan, maka Moms harus konsisten dengan keputusan menyapih. Jika dalam prosesnya ada momen yang membuat Moms tidak tega dengan anak, maka Moms harus tegas pada diri sendiri pun tegas pada anak.

Jangan sampai Moms sudah melarang anak untuk menyusu, tapi besoknya luluh dan memberikan ASI lagi. Hal ini akan membuat Moms kesulitan pada proses selanjutnya, karena anak akan tidak akan menganggap penyapihan adalah hal yang serius. Jadi Moms dan anak harus sama-sama disiplin ya.

Nah, itulah beberapa kesalahan saat menyapih yang sering terjadi. Hal ini tidak hanya sering membuat proses menyapih jadi makin sulit, bahkan gagal. Keberhasilan menyapih tidak hanya pada anak, tapi juga kerjasama Moms, si kecil, Dads, dan bahkan keluarga dekat yang bisa membantu Moms dan anak untuk melawati semua prosesnya. Semangat ya, Moms!